Anies Baswedan: Perlu Upaya Drastis Naikkan Mutu Sekolah Swasta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2020. Foto : Hadi Ahdiana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2020. Foto : Hadi Ahdiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan dilakukannya langkah drastis untuk meningkatkan mutu sekolah-sekolah swasta di Ibu Kota. Yakni melalui sejumlah program antara lain merger hingga reformasi total serta pengaturan terintegrasi perpindahan antar jenjang.

    "Bukan tidak mungkin langkah drastis dilakukan, mulai dari merger karena banyak siswanya segelintir tetapi eksis. Tahun ini kalau bisa adalah tahun reformasi total untuk pendidikan swasta. Tahun depan kita sudah bisa mengatur perpindahan antar jenjang sebagai satu kesatuan," ujar Anies dalam rapat pimpinan (rapim) bantuan biaya sekolah swasta yang disiarkan Pemprov DKI, di Jakarta, Senin, 20 Juli 2020.

    Lebih lanjut, Anies membayangkan di masa depan, Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPBD DKI Jakarta mencakup sekolah negeri dan swasta sebagai satu kesatuan, dengan regulasi yang terintegrasi.

    "Nah, nanti dengan sekolah swasta tidak sederhana, terutama sekolah swasta lama, perlu ada mekanisme sendiri. Tapi keseluruhan kami lakukan itu, jadi masuknya dalam bantuan ini adalah pintu masuk untuk kita bentuk ulang nantinya. Kalau KJP (kartu Jakarta pintar) semua bisa kan, sekarang justru peningkatan mutunya, kesatu kualitas kepala sekolah, kedua kualitas guru," ujar Anies.

    Di kesempatan yang sama, Anies juga menyinggung peningkatan mutu tenaga pengajar. Ia menyebut, guru di sekolah swasta memiliki sejumlah keterampilan yang dapat diimplikasikan ke sejumlah bidang, namun sayang tidak mendalam.

    Untuk menyiasati hal itu, Gubernur Anies meminta Dinas Pendidikan DKI menyiapkan program peningkatan kualitas tenaga pengajar sekolah swasta, sebagai bentuk tanggung jawab Pemprov DKI agar sekolah negeri dan swasta di Jakarta memiliki kualitas pendidikan yang setara.

    "Ketika kita mengatakan bahwa akses dibuat sama, maka harus dibuat kualitasnya sama,  kalau tidak seimbang menjadi tidak fair," ucap Anies.

    Anies menambahkan dia meminta Kadisdik DKI Nahdiana untuk menyiapkan peta jalan (roadmap) dan memanfaatkan situasi pandemi ini agar guru dan kepala sekolah mengikuti program peningkatan ketrampilan secara masif.

    "Total unit sekolah swasta itu berapa SMP dan SMA? 2.600? tidak banyak itu. Kalau bisa kita latih kepala sekolah, cepat itu. Kita panggil manajer-manajer untuk mengajari kepemimpinan, manajemen, karena tugas manajemen akan banyak, buat keseriusan di kepala sekolah," ujar Anies.

    "Kalau kepala sekolahnya benar, itu sekolahnya benar. Studi menunjukkan, 26 persen dengan seluruh faktor lain dikendalikan kalau sama kepala sekolah yang bagus," Anies Baswedan menambahkan.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.