Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polisi Sudah Lama Incar Sumpawati, Perempuan Bandar Narkoba di Kampung Bahari

image-gnews
Ilustrasi pesta narkoba. Shutterstock.com
Ilustrasi pesta narkoba. Shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Polres Jakarta Utara membekuk pasangan suami istri bernama Resti dan Sumpawati, bandar narkoba sekaligus pengedar di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pasangan yang sudah dikaruniai lima orang anak itu berjualan narkoba sejak tahun 2014. 

"Peran yang perempuan sebagai bandar, satu lagi penjual narkoba," ujar Kapolres Jakarta Utara Komisaris Besar Guruh Arif Darmawan saat dikonfirmasi, Selasa, 15 Juni 2021. 

Pasangan suami istri ini berjualan narkoba dengan membuka lapak yang berada di samping rel kereta Kampung Bahari. Para pemakai akan memesan narkoba melalui Resti, lalu selanjutnya Sumpawati akan mengambilkan narkoba tersebut dari rumahnya. 

Kepada penyidik, pasutri ini mengambil untung sebesar Rp100 ribu dari setiap transaksi. Mereka mengaku tidak memiliki pekerjaan selain menjadi pengedar narkoba. 

"SW (Sumpawati) itu merupakan target kami sudah lama. Namun baru kali ini kami mendapatkan informasi yang tepat sehingga kami berhasil melakukan penangkapan terhadap saudari SW," ujar Kasat Resnarkoba Polres Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Ahsanul Muqaffi. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sumpawati bersama suaminya ditangkap polisi pada Jumat, 11 Juni 2021 bersama empat orang bandar narkoba Kampung Bahari lainnya. Penangkapan itu merupakan hasil pengembangan penyidik dari penggerebekan pesta sabu berkedok family gathering di Puncak awal Juni 2021. 

Dari hasil penangkapan di Puncak itu polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat 4,31 gram, plastik klip sabu, satu paket ganja siap edar, hingga airsoft gun dan senjata tajam. Guruh mengatakan akan mengembangkan kasus ini lebih jauh untuk mencari tersangka lainnya. 

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 subsidair 112 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun. 

Baca juga: Bandar Narkoba Tamansari Eks Tukang Ojek Ditangkap

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ketua PSI Batam Ditangkap Polisi karena Narkoba Akhirnya Direhabilitasi, Ini Alasannya

8 hari lalu

Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba menjelaskan kasus penangkapan Ketua PSI Batam Susanto yang tersandung kasus narkoba kepada awak media, Jumat, 7 Juni 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Ketua PSI Batam Ditangkap Polisi karena Narkoba Akhirnya Direhabilitasi, Ini Alasannya

Ketua DPD PSI Kota Batam Susanto mengonsumsi narkoba sejak 2011


Polda Aceh Bongkar Peredaran 31 Kilogram Sabu Jaringan Narkoba Internasional asal Thailand

10 hari lalu

Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko dalam konferensi pers pengungkapan peredaran gelap narkotika jenis sabu jaringan internasional, Thailand-Indonesia (Aceh), seberat 31 kg, di Aula Machdum Sakti Polda Aceh, Rabu, 5 Juni 2024. Humas Polda Aceh
Polda Aceh Bongkar Peredaran 31 Kilogram Sabu Jaringan Narkoba Internasional asal Thailand

Polda Aceh ungkap peredaran 31 Kilogram sabu jaringan narkoba internasional dari Thailand. Juga, amankan 370 kg ganja kering di dua lokasi.


Bandar Narkoba Thailand Chaowalit Thongduang Dideportasi dengan Jet Pribadi, Dikawal 10 Anggota Polri

11 hari lalu

Buron Nomor 1 Thailand Chaowalit Thongduang alias Pang Na-Node dideportasi ke Thailand  melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin, 4 Juni 2024. FOTO: AYU CIPTA  I TEMPO
Bandar Narkoba Thailand Chaowalit Thongduang Dideportasi dengan Jet Pribadi, Dikawal 10 Anggota Polri

Setelah menangkap buron Chaowalit Thongduang di Bali, Polri menyerahkan bandar narkoba itu ke Imigrasi Soekarno-Hatta untuk dilakukan deportasi.


Fakta-Fakta Buron Nomor 1 Thailand Chaowalit Ganti Nama Sulaiman Sembunyi 7 Bulan di Indonesia

12 hari lalu

Sosok Chaowalit Thongduang alias Pang Na-Node alias Sulaiman. Buronan Thailand yang ditangkap Polri pada Kamis, 30 Mei 2024 di Apartemen Kembar, Bali. Tempo/Yohanes Maharso.
Fakta-Fakta Buron Nomor 1 Thailand Chaowalit Ganti Nama Sulaiman Sembunyi 7 Bulan di Indonesia

Polri berhasil bekuk buronan nomor wahid Thailand Chaowalit Thongduang yang kabur dan menyembunyikan diri di Indonesia. Ini modusnya.


Sofyan Caleg Terpilih DPRK Aceh Tamiang Bandar Sabu 70 Kg Diduga Jaringan Fredy Pratama

12 hari lalu

Petugas kepolisian menggiring tersangka Sofyan (tengah) yang diduga sebagai bandar besar narkoba setibanya dari Medan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 27 Mei 2024. Sofyan merupakan caleg terpilih Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang dari PKS, yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian dengan kasus kepemilikan serta bandar narkoba jenis sabu seberat 70 kg. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Sofyan Caleg Terpilih DPRK Aceh Tamiang Bandar Sabu 70 Kg Diduga Jaringan Fredy Pratama

Caleg terpilih DPRK Aceh Tamiang dari PKS, Sofyan, diduga satu jaringan dengan buron narkoba Fredy Pratama.


Usai Tangkap Chaowalit, Polri Kejar Pembuat KTP Palsu untuk Buron Thailand

13 hari lalu

Polisi berada di dekat layar yang menampilkan gambar buronan Interpol Thailand Chaowalit Thongduang saat konferensi pers penangkapan buronan Interpol Thailand di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Minggu, 2 Juni 2024. Polri berhasil menangkap buronan paling dicari di Thailand Chaowalit Thongduang alias Sia Paeng Nanod Narapidana kasus pembunuhan setelah menjadi DPO selama tujuh bulan. ANTARA/Bayu Pratama S
Usai Tangkap Chaowalit, Polri Kejar Pembuat KTP Palsu untuk Buron Thailand

Chaowalit, buron kepolisian Thailand itu tidak bisa berbahasa Indonesia maupun Inggris, namun bisa mendapatkan KTP di Aceh.


Polri Dalami Hubungan Jaringan Narkoba Internasional Fredy Pratama dan Chaowalit Thongduang

13 hari lalu

Fredy Pratama. Foto/istimewa
Polri Dalami Hubungan Jaringan Narkoba Internasional Fredy Pratama dan Chaowalit Thongduang

Polri menangkap buronan paling dicari di Thailand, Chaowalit Thongduang. Polri kini mendalami hubungannya dengan Fredy Pratama


Polri Minta Polisi Thailand Segera Tangkap Fredy Pratama Usai Sukses Ringkus Chaowalit

13 hari lalu

Sosok Chaowalit Thongduang alias Pang Na-Node alias Sulaiman. Buronan Thailand yang ditangkap Polri pada Kamis, 30 Mei 2024 di Apartemen Kembar, Bali. Tempo/Yohanes Maharso.
Polri Minta Polisi Thailand Segera Tangkap Fredy Pratama Usai Sukses Ringkus Chaowalit

Polri berhasil menangkap Chaowalit Thongduang, buronan paling dicari di Thailand. Meminta Royal Thai Police segera membekuk Fredy Pratama


Sofyan Caleg DPRK Aceh Tamiang Diduga Pakai Hasil Jual Narkoba 70 Kg untuk Biaya Kampanye

13 hari lalu

Petugas kepolisian menggiring tersangka Sofyan (tengah) yang diduga sebagai bandar besar narkoba setibanya dari Medan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 27 Mei 2024. Sofyan merupakan caleg terpilih Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang dari PKS, yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian dengan kasus kepemilikan serta bandar narkoba jenis sabu seberat 70 kg. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Sofyan Caleg DPRK Aceh Tamiang Diduga Pakai Hasil Jual Narkoba 70 Kg untuk Biaya Kampanye

Sofyan diduga menggunakan uang hasil penjualan narkoba untuk membiayai kampanyenya.


Beli Sabu 3.64 Gram, Mantan Kabid TIK Polda Kepri Kombes Agus Divonis 1 Tahun Rehabilitasi

17 hari lalu

Suasana sidang Kombes Agus, eks Kabid TIK Polda Kepri yang terjerat kasus narkoba, secara online di Pengadilan Negeri Batam, Rabu 29 Mei 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Beli Sabu 3.64 Gram, Mantan Kabid TIK Polda Kepri Kombes Agus Divonis 1 Tahun Rehabilitasi

Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut Kombes Agus divonis 2 tahun 6 bulan penjara, serta 2 bulan rehabilitasi.