Doddy Prawiranegara Minta Jadi JC karena Diintimidasi Teddy Minahasa, LPSK: Masih Telaah

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Ajun Komisaris Besar Polisi Doddy Prawiranegara. sumbar.polri.go.id

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) masih menelaah berkas permohonan justice collaborator atau JC dari AKBP Doddy Prawiranegara dalam kasus sabu Teddy Minahasa. Selain Doddy, dua tersangka lain yaitu Linda Pujiastuti dan Samsul Maarif alias Arif juga mengajukan permohonan yang sama.

"Masih dalam penelaahan," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu saat dihubungi pada Kamis, 24 November 2022. 

Sebelumnya, Edwin mengatakan LPSK punya waktu 30 hari untuk mempertimbangkan permohonan justice collaborator Doddy Cs. Ia memperjelas, waktu yang mereka miliki adalah 30 hari kerja. "(Waktu pertimbangan) 30 hari kerja," sebutnya. 

Sebelumnya, Dody Prawiranegara cs mengajukan diri sebagai justice collaborator ke LPSK dalam kasus narkoba yang juga menyeret nama mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa pada Senin, 24 Oktober 2022. 

Kuasa hukum Dody cs, Adriel Viari Purba, mengatakan kliennya mendapat intervensi karena ingin mengungkap peredaran narkoba jenis sabu. Adriel mengatakan perlakuan itu didapat sebelum mengajukan diri sebagai justice collaborator ke LPSK. 

"Intervensi sudah ada, namun tidak bisa kami ungkapkan di sini karena itu menyangkut keselamatan, proteksi dari klien kami. Begitu juga untuk keluarganya, bahkan keamanan saya sendiri," katanya di kantor LPSK, Senin, 24 Oktober 2022.

Adriel mengatakan perlakuan intimidasi dan intervensi masih diselidiki oleh pihaknya. Dia juga belum bisa memastikan datangnya intervensi berasal dari pihak mana.

Walau begitu, kliennya akan membongkar keterlibatan Inspektur Jenderal Teddy Minahasa Putra dalam kasus peredaran narkoba jenis sabu dari Sumatera Barat. Adriel berharap pengajuan segera dikabulkan untuk mejaga keamanan tiga orang tersebut.

"Kami berharap agar segera karena melihat ada potensi-potensi kemungkinan intervensi atau intimidasi dari pihak-pihak tertentu. Karena beliau ini jenderal, gak sembarangan," tuturnya.

Baca: Dikonfrontasi Selama 22 Jam, Dody Prawiranegara Sebut Teddy Minahasa Berbohong

Teddy Minahasa diduga kendalikan peredaran narkoba

Irjen Teddy Minahasa diduga mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu seberat 5 kilogram dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Sabu itu diambil dari barang bukti 41,4 kilogram sabu hasil sitaan yang hendak dimusnahkan oleh Polres Bukittinggi.

Teddy, yang saat itu menjabat Kapolda Sumatera Barat diduga memerintahkan Kapolres Bukittingi AKBP Doddy Prawiranegara untuk menukar lima kilogram sabu dengan tawas. Saat itu Doddy meminta Arif untuk melaksanakan perintah tersebut.

Sabu tersebut dijual ke wilayah DKI Jakarta, hingga ke Kampung Bahari, Jakarta Barat. Sejumlah anggota kepolisian dan warga sipil diduga terlibat dalam peredaran narkoba tersebut.

Selain para tersangka yang disebutkan di atas, kasus narkoba ini diduga turut melibatkan Ariel alias Abeng, Mai Siska, dan Aipda Achmad Darmawan.

Atas perbuatan para tersangka, mereka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 juncto Pasal 55 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman terhadap Irjen Teddy Minahasa dan para terdakwa lain maksimal hukuman mati atau  minimal 20 tahun penjara.

MUHSIN SABILILLAH

Baca juga: Doddy Prawiranegara Jawab Tuduhan Teddy Minahasa via Hotman Paris Soal Barang Bukti Sabu

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Istri Teddy Minahasa Diduga Pernah Telepon Istri Dody Prawiranegara, Ajak Ikut Skenario

9 jam lalu

Istri Teddy Minahasa Diduga Pernah Telepon Istri Dody Prawiranegara, Ajak Ikut Skenario

Mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa diduga memerintahkan anak buahnya menukar sabu dengan tawas


Ayah dan Istri Dody Prawiranegara Diperiksa, Beberkan Intervensi dari Teddy Minahasa

21 jam lalu

Ayah dan Istri Dody Prawiranegara Diperiksa, Beberkan Intervensi dari Teddy Minahasa

Keterangan ayah dan Istri Dody Prawiranegara sebagai saksi kasus sabu itu telah dimasukkan dalam BAP.


LPSK Bakal Umumkan Status JC Dody Prawiranegara Cs Senin Depan

1 hari lalu

LPSK Bakal Umumkan Status JC Dody Prawiranegara Cs Senin Depan

AKBP Dody Prawiranegara telah mengajukan JC kasus sabu yang melibatkan Irjen Teddy Minahasa itu kepada LPSK sejak 24 Oktober lalu.


Korban Bom Polsek Astana Anyar Dapat Santunan dari LPSK

1 hari lalu

Korban Bom Polsek Astana Anyar Dapat Santunan dari LPSK

LPSK Beri Santunan kepada korban bom Polsek Astana Anyar, Bandung.


Polda Metro Jaya Gencarkan Razia Narkoba Jelang Tahun Baru

2 hari lalu

Polda Metro Jaya Gencarkan Razia Narkoba Jelang Tahun Baru

Penyalahgunaan narkoba meninggkat setiap Desember


LPSK Surati Jaksa, Kuasa Hukum Berharap Bharada E Terima Keringanan Hukuman Selaku JC

3 hari lalu

LPSK Surati Jaksa, Kuasa Hukum Berharap Bharada E Terima Keringanan Hukuman Selaku JC

Ronny menampilkan surat rekomendasi yang diberikan LPSK soal Bharada E ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dengan tembusan JPU sebelum sidang


LPSK Layangkan Surat Rekomendasi ke Jaksa agar Tuntutan Bharada E Diringankan

4 hari lalu

LPSK Layangkan Surat Rekomendasi ke Jaksa agar Tuntutan Bharada E Diringankan

LPSK mengirimkan surat rekomendasi kepada Kejaksaan Agung agar penuntut umum menuntut ringan Bharada E atau Richard Eliezer.


Hotman Paris Pastikan Berkas Teddy Minahasa Belum P21 oleh Kejati DKI

4 hari lalu

Hotman Paris Pastikan Berkas Teddy Minahasa Belum P21 oleh Kejati DKI

Hotman memastikan berkas perkara Teddy Minahasa belum dinyatakan lengkap oleh kejaksaan


Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

4 hari lalu

Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

Hotman Paris sempat mengatakan sabu 5 kg yang disebut ditukar tawas oleh Teddy Minahasa masih ada dan disimpan kejaksaan


Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

5 hari lalu

Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi mengungkapkan pernyataan Richard Eliezer atau Bharada E soal wanita menangis di rumah Ferdy Sambo adalah jujur.