Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kriminolog UI: Tiga Alasan Pembunuhan Sopir Taksi Online oleh Anggota Densus 88 Mengejutkan

image-gnews
Daftar 5 Pelanggaran Anggota Densus 88 Sebelum Membunuh Sopir Taksi Online di Depok
Daftar 5 Pelanggaran Anggota Densus 88 Sebelum Membunuh Sopir Taksi Online di Depok
Iklan

TEMPO.CO, Depok - Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, menilai kasus pembunuhan sopir taksi online mengejutkan, karena melibatkan anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri atau Densus 88.

“Kita mencatat memang ada kejahatan-kejahatan yang dilakukan oknum aparat, tapi hampir tidak pernah terdengar kejahatan dilakukan Densus,” kata Adrianus, Rabu, 8 Februri 2023.

Adrianus menuturkan ada beberapa cara dalam melihat pembunuhan ini mengejutkan karena melibatkan anggota Densus 88. Pertama, jumlah anggota Densus 88 sedikit, yakni sekitar 2000-an. Hal ini membuat personel mereka bisa lebih terjaga dari sisi perilaku dibandingkan dengan anggota satuan Polri lain yang mencapai 300 ribuan.

Kedua, kata Adrianus, integritas dari anggota Densus 88 biasanya dijaga baik. Ia merasa ikatan antarsesama anggota sangat kuat, memiliki integritas, dan semangat nasionalisme yang tinggi. “Sehingga kalau misalnya ada yang macam-macam lalu langsung segera ketahuan, dibantu, dan tidak kemudian menjadi fatal,” tutur Adrianus.

Ketiga, menurut Adrianus, rata-rata kesejahteraan anggota Densus 88 lebih baik atau ada semacam pengecualian sebagai personel satuan yang memiliki pola kerja berbeda. “Terkait poin satu, dua, dan tiga, maka memang mengejutkan bahwa itu dilakukan oleh anggota Densus,” tuturnya.

Adrianus menyayangkan pula sikap Polri yang tak cepat mengeluarkan pelaku. Padahal mereka mengakui jika Bripda HS kerap bermasalah sebelum kasus pembunuhan ini. “Bukankah anggota yang bermasalah mustinya buru-buru dikeluarkan saja, gitu kan? jangan punya akses pada Densus, dan punya akses data-data sensitive yang diberikan oleh Densus,” tuturnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kasus pembunuhan sopir taksi online ini, menurut Adrianus, menunjukkan jika Bripda HS merupakan anggota Densus 88 yang amat bermasalah. “Ini juga berbicara kedepannya, yakni bagaimana Densus menjadi bahan pembelajaran dalam rangka mengantisipasi hadirnya atau masuknya anggota-anggota Polri seperti dia lagi,” kata Adrianus.

Ia menilai kasus pembunuhan sopir taksi online oleh anggota Densus 88 bisa membuat masyarakat khawatir karena satuan tersebut memiliki data-data sensitif tentang publik. Terlebih motif Bripda HS membunuh karena dia terjerat pinjaman online (pinjol).

“Kalau saya sebagai dosen, terlibat pinjol, paling-paling saya ngamuk sendiri, jedot-jedotin kepala ke dinding, kita, kan, tidak punya senjata, paling-paling marah-marah ke mahasiswa, paling-paling saya diskors oleh dekan. Tapi kalau polisi, Densus pula, waduh bahaya banget itu,” kata Adrianus.

Adrianus menegaskan bahwa di kasus ini sekaligus mencerminkan bahayanya Pinjol, sebab bisa menyerang siapa saja. Kalau dia menyerang orang yang memiliki keahlian dan akses khusus seperti anggota Densus 88, membuatnya semakin berbahaya dan terbukti pada kasus ini.

Baca juga: Densus 88 Sebut Bripda HS Tersangka Pembunuhan Sopir Taksi Online Sudah Sering Lakukan Pelanggaran

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Wujud Toleransi Antar-Umat Beragama, Ribuan Warga Depok Salat Iduladha di Lapangan Milik Gereja Bethel

8 jam lalu

Warga dan jemaah LDII Depok saat melaksanakan Salat Ied di Lapangan Kamboja milik Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (LCC) atau di depan Gereja Bethel Indonesia Depok,  Kecamatan Pancoran Mas, Senin, 17 Juni 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Wujud Toleransi Antar-Umat Beragama, Ribuan Warga Depok Salat Iduladha di Lapangan Milik Gereja Bethel

Ketua DPD LDII Kota Depok Chairul Baihaqi mengungkapkan salat iduladha di Lapangan Kamboja sejak 29 tahun silam.


Transaksi Hewan Kurban di Depok Diprediksi Capai Rp 286 Miliar

9 jam lalu

Warga Majelis Tafsir Al Quran (MTA) memotongi daging kurban saat perayaan Idul Adha 1445 Hijriah di MTA cabang Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu 16 Juni 2024. Warga MTA setempat melakukan penyembelihan dan distribusi hewan kurban usai melaksanakan shalat Idul Adha 1445 Hijriah yaitu sehari lebih awal dari yang ditetapkan pemerintah atau berdasarkan perhitungan pelaksanaan wukuf di Arafah. ANTARAFOTO/Maulana Surya
Transaksi Hewan Kurban di Depok Diprediksi Capai Rp 286 Miliar

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono mengungkapkan animo berkurban warganya tinggi.


Kepala BNPT Apresiasi Densus 88 terhadap Penangkapan Residivis Teroris

1 hari lalu

Kepala BNPT, Komjen. Pol. Prof. Dr. H. Mohammed Rycko Amelza Dahniel, M.Si. memberikan apresiasi penegakan hukum proaktif Densus 88 A/T Polri terhadap penangkapan residivis teroris di Cikampek,  Provinsi Jawa Barat pada Sabtu (15/6).
Kepala BNPT Apresiasi Densus 88 terhadap Penangkapan Residivis Teroris

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberikan apresiasi penegakan hukum proaktif Densus 88 A/T Polri terhadap penangkapan residivis teroris di Cikampek


Densus 88 Gerebek Rumah Kontrakan di Cikampek

2 hari lalu

Rumah kontrakan yang digerebek Tim Densus 88 Antiteror di Cikampek, Karawang. ANTARA/Ali Khumaini
Densus 88 Gerebek Rumah Kontrakan di Cikampek

Tim Densus 88 Antiteror menggerebek sebuah rumah kontrakan yang didiami seorang pria terduga teroris di CIkampek


Pelajar Tewas Akibat Tawuran di Depok, Keluarga Minta Diberlakukan Jam Malam

2 hari lalu

Kapolres Metro Depok Kombes Arya Perdana didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Depok Komisaris Suardi Jumaing ungkap tiga pelaku tawuran telah ditangkap, Jumat petang, 14 Juni 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Pelajar Tewas Akibat Tawuran di Depok, Keluarga Minta Diberlakukan Jam Malam

Keluarga korban tawuran di Depok meminta pemerintah memberlakukan jam malam bagi anak muda.


Mengenal Seluk-beluk Hukuman Penjara Seumur Hidup dalam KUHP

2 hari lalu

Sidang tuntutan Altafasalya Ardnika Basya,  terdakwa pembunuhan mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan di Pengadilan Negeri Depok, Kecamatan Cilodong, Depok, Rabu, 13 Maret 2024. Foto : Humas Kejari Depok
Mengenal Seluk-beluk Hukuman Penjara Seumur Hidup dalam KUHP

Hukuman ini diatur di Pasal 10, Pasal 11, dan Pasal 12 KUHP, yang memberikan kerangka hukum terkait pelaksanaan dan pengertian penjara seumur hidup.


Jejak Kasus Altaf di Pembunuhan Mahasiswa: Dari Hukuman Mati Hingga Vonis Seumur Hidup

2 hari lalu

Sidang tuntutan Altafasalya Ardnika Basya,  terdakwa pembunuhan mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan di Pengadilan Negeri Depok, Kecamatan Cilodong, Depok, Rabu, 13 Maret 2024. Foto : Humas Kejari Depok
Jejak Kasus Altaf di Pembunuhan Mahasiswa: Dari Hukuman Mati Hingga Vonis Seumur Hidup

Altafasalya Ardnika Basya, atau yang lebih dikenal sebagai Altaf, menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana yang menggemparkan masyarakat, khususnya komunitas akademik UI.


Polisi Tangkap 3 Pelaku Tawuran Tewaskan Pelajar SMP di Depok

2 hari lalu

Kapolres Metro Depok Kombes Arya Perdana didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Depok Komisaris Suardi Jumaing ungkap tiga pelaku tawuran telah ditangkap, Jumat petang, 14 Juni 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Polisi Tangkap 3 Pelaku Tawuran Tewaskan Pelajar SMP di Depok

Polres Metro Depok menangkap tiga orang berinisial F, D dan M yang menganiaya MI (13 tahun) hingga tewas saat tawuran di gerbang tol Desari.


Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswa UI oleh Altaf si Kakak Tingkat yang Lolos dari Hukuman Mati

3 hari lalu

Tersangka Altafasalya Ardnika Basya (23) saat rekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di tempat kejadian perkara (TKP) Indekos Apik Zire, Beji, Depok, Jawa Barat, Selasa, 22 Agustus 2023. Polres Metro Depok menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswa Sastra Rusia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Muhammad Naufal Zidan alias MNZ (19) oleh kakak tingkatnya Altafasalya Ardnika Basya alias AAB (23). Motif pembunuhan tersebut dilarenakan pelaku yang sedang terlilit tunggakan bayar kos hingga pinjaman online (pinjol), pelaku sempat mencuri sejumlah barang pribadi milik korban, mulai dari laptop MacBook, Hp iPhone hingga dompet. TEMPO/M Taufan Rengganis
Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswa UI oleh Altaf si Kakak Tingkat yang Lolos dari Hukuman Mati

Kronologi kasus pembunuhan mahasiswa UI Naufal Zidan, oleh kakak tingkat Altafasalya Ardnika Basya alias Altaf.


Polisi Ungkap Kronologi Pelajar SMP yang Tewas Bersimbah Darah di Jalan Raya Sawangan Depok

3 hari lalu

Ilustrasi tawuran. TEMPO/M. Iqbal Ichsan
Polisi Ungkap Kronologi Pelajar SMP yang Tewas Bersimbah Darah di Jalan Raya Sawangan Depok

Polisi jelaskan kronologi pelajar SMP yang tewas bersimbah darah di Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas, Depok, Kamis malam, 13 Juni 2024.