Jalur MRT, Jalan Fatmawati Akan Diperlebar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memasang spanduk penolakan pembangunan fisik Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Fatmawati, Jakarta, Kamis (19/1). Aksi penolakan muncul dari sebagian kalangan warga dan pelaku usaha di sepanjang Jalan Fatmawati, Sisingamangaraja, dan Panglima Polim karena dinilai akan merugikan mereka dengan kekhawatiran kolong konstruksi yang akan berubah kumuh. Tempo/Tony Hartawan

    Warga memasang spanduk penolakan pembangunan fisik Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Fatmawati, Jakarta, Kamis (19/1). Aksi penolakan muncul dari sebagian kalangan warga dan pelaku usaha di sepanjang Jalan Fatmawati, Sisingamangaraja, dan Panglima Polim karena dinilai akan merugikan mereka dengan kekhawatiran kolong konstruksi yang akan berubah kumuh. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta-Pemerintah Kota Jakarta Selatan kebagian tugas membebaskan lahan di sekitar ruas jalan Fatmawati. Sebelum mengurus proyek pembebasan lahan yang lebih besar untuk Mass Rapid Transit (MRT), mereka diminta terlebih dulu membebaskan lahan untuk pelebaran Jalan Fatmawati.

    "Jadi kami jaga agar rasio jalannya tetap sama," ujar Sekretaris Kota Jakarta Selatan Djoko Sri Margianto, Kamis, 19 September 2013. Tujuannya agar kemacetan tidak parah saat MRT dibangun sehingga aktivitas jual beli di wilayah niaga itu tak terganggu.

    Saat ini, rasio jalan di Fatmawati sekitar 17 meter. "Masing-masing ruas 7 meter, trotoarnya masing-masing 1,5 meter," ujar ia. Pelebaran jalan dilakukan agar kelak pondasi tiang MRT dibangun, ruas jalan tetap 7 meter.

    "Kolomnya (tiang) hanya 1,5 meter, tapi pengerjaannya butuh ruang delapan meter," ujarnya. Sehingga agar rasio tetap terjaga masih tetap tujuh meter, pemerintah akan membebaskan lahan masing-masing 2,5 meter di kiri-kanan jalan. "Jadi ruas jalan tidak berubah," ujarnya.

    Ia mengatakan warga tak perlu takut pembangunan MRT akan mematikan usaha mereka. "Kami sudah perhitungkan itu, makanya kami lebarkan," ujarnya. Meski ia mengakui aspek estetika jalan ketika pengerjaan proyek berlangsung akan sedikit terganggu.

    Ia mencontohkan kala pembangunan Jalan Layang Non Tol Antasari dulu banyak warga takut akan terjadi kemacetan parah sepanjang hari di sana. "Nyatanya macetnya hanya terjadi sewaktu-waktu," ujar ia.

    Namun setelah jadi, jalan layang ini memberi kontribusi positif terhadap arus lalu lintas dari arah Cilandak menuju Blok M maupun sebaliknya. "Itu juga didesain untuk menyambut MRT, jadi pengguna jalan bisa menggunakan alternatif itu ketika proyek berjalan," ujarnya.

    M. ANDI PERDANA


    Terhangat:
    Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Mobil Murah  | Miss World

    Berita lain:
    Sebelum Ditangkap, Vanny Sempat Ingin Bunuh Diri

    Anggita Sari Bantah Menjebak Vanny

    Kisah Korban Penyekapan di Taman Sari

    Siapa Harun, Pria yang Undang Vanny ke Hotel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.