Sabtu, 15 Desember 2018

Kesal dengan Kritik Warganet, Sandiaga Uno Ajak Gencatan Senjata

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno saat menaiki Reog Ponorogo saat menghadiri Kirab Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan di Monas, 26 November 2017. Sebanyak 300 komunitas dari berbagai daerah turut meramaikan Kirab Kebangsaan tersebut. Magang Tempo/Rio Maldini Burhan Nibras

    Gaya Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno saat menaiki Reog Ponorogo saat menghadiri Kirab Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan di Monas, 26 November 2017. Sebanyak 300 komunitas dari berbagai daerah turut meramaikan Kirab Kebangsaan tersebut. Magang Tempo/Rio Maldini Burhan Nibras

    TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno kecewa dengan komentar negatif warganet terhadap persiapan penyelenggaraan Asian Games yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta.

    Baca juga: Warganet Kritik Soal Bendera Bambu, Sandiaga Uno: Jangan Julid

    Sandiaga Uno mengajak kepada warga yang selalu mengkritik lewat dunia maya itu untuk melakukan gencatan senjata menjelang Asian Games 2018.

    “Satu bulan, atau setidaknya setelah Asian Games selesai pada 2 September nanti," kata Sandiaga Uno di Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Juli 2018.

    Menurut Sandiaga Uno aneka tudingan miring dari warganet membuat persiapan Asian Games 2018 terlihat tidak rampung. 

    Baca juga: Sandiaga Uno Sebut di Akun Twitter Berisi Banyak Bully

    "Bangsa kita kalau tidak saling menjatuhkan, bisa menyiapkan perhelatan akbar ini," ujar Sandiaga Uno.

    Dia mengklaim beberapa venue yang dibangun di Jakarta saat ini, ku alitasnya yang terbaik di dunia. Seperti misalnya venue softball, baseball, dan Velodrome menjadi yang terbaik kualitasnya secara internasional.

    Bahkan, untuk lebih mempercantik penampilan kota Jakarta, sekitar seribu petugas gabungan dari PPSU dan pasukan pelangi dikerahkan untuk mengecet Jalan Sudirman - Thamrin hari ini.

    Jalan tersebut, klaim Sandiaga Uno, akan menjadi salah satu jalur maraton Asian Games 2018 yang diliput 18 televisi internasional. 

    Sandiaga Uno juga  berang dengan sikap warganet yang mengejek pemasangan bendera negara peserta Asian Games dengan bambu di Penjaringan, Jakarta Utara. Menurut dia, hal itu merupakan bentuk demam masyarakat menyambut pesta olahraga itu.

    Simak juga: Viral Tol Pak Jokowi, Sandiaga Uno: Yuk Dewasa

    Akibat komentar negatif itu, petugas PPSU menurunkan bendera bertiang bambu tersebut. 

    "Tiang bambu itu salah satu bentuk masyarakat demam Asian Games. Anda jangan julid (iri dan dengki)," ujar Sandiaga Uno


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.