8.487 Pemudik Telah Berangkat dari Terminal Tanjung Priok

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah bus antar provinsi parkir berjejer di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Ahad, 12 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Sejumlah bus antar provinsi parkir berjejer di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Ahad, 12 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Sampai H-1 Lebaran 2019, Terminal Tanjung Priok telah memberangkatkan sebanyak 8.487 pemudik menggunakan 875 armada bus ke berbagai daerah tujuan.

    "Mereka diberangkatkan ke berbagai daerah tujuan," kata Kepala Terminal Tanjung Priok, Mulya dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 4 Juni 2019.

    Baca: Penyebab Pemudik di Terminal Lebak Bulus Turun: Ada Mudik Gratis

    Sementara itu, Mulya mengatakan hingga H-1, jumlah penumpang yang datang dan turun di terminal tersebut tercatat 9.331 orang. Mereka yang datang dari berbagai kota, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa datang dengan 1.135 bus.

    Berkaitan dengan arus mudik tahun ini, Terminal Tanjung Priok telah mewajibkan semua pengemudi bus menjalani uji kesehatan. "Kami total juga memeriksa kesehatan 722, orang, di mana 580 orang dinyatakan sehat dan 142 di antaranya kurang sehat," kata Mulya.

    Baca: Arus Mudik dari Terminal Kampung Rambutan Memuncak H-3

    Menurut Mulya, bus tidak diperbolehkan keluar dari terminal jika awak bus tidak mengantongi surat hasil uji kesehatan awak bus.

    Selama arus mudik ini, Terminal Bus Tanjung Priok dikawal oleh 75 personel kepolisian dan petugas gabungan dari TNI, Satpol PP, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara dan instansi lainnya. Pengamanan itu dilakukan untuk memastikan keamanan pemudik. Mulya menyebut sejauh ini pihaknya belum mendapat laporan ada tindak kejahatan yang terjadi di lingkungan terminal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.