Star It Up! a Path To Accelerate Microproneur

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seminar nasional kewirausahaan yang mengangkat UMKM RPG dan RKM sebagai narasumber  (29 Juni 2020).

    Seminar nasional kewirausahaan yang mengangkat UMKM RPG dan RKM sebagai narasumber (29 Juni 2020).

    INFO METRO - Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) bekerjasama dengan Sampoerna Untuk Indonesia pada tahun ini dipercaya untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada para wirausahawan di Rusunawa Pulogebang dan Komaruddin, red. RPG & RKM.

    Kegiatan ini dilaksanakan dengan konsep yang berbeda dengan konsep program-program yang pernah diaplikasikan di RPG & RKM sebelumnya yang rata-rata berupa aneka ragam pelatihan berbentuk hard skill.

    INOTEK yang didukung penuh oleh Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) menawarkan sebuah program pendampingan dan pelatihan untuk komersialisasi produk sehingga para wirausahawan tidak hanya dijejali dengan workshop & pelatihan-pelatihan pembuatan produk saja tetapi bagaimana caranya membuat produk mereka bisa laku dan berdaya saing di pasaran.

    Karena kami meyakini sebuah inovasi produksi tentunya harus mendatangkan keuntungan bisnis bagi pembuatnya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup mereka.

    Di awal program, tepatnya tanggal 15 Februari 2020, sebagai bentuk sosialisasi, di adakanlah acara bincang-bincang dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas bisnis penghuni rusunawa sekaligus menjaring UMKM yang akan mengikuti program ini selama 8 bulan kedepan.

    Pelatihan kewirausahaan ini diisi oleh mentor-mentor yang kompeten di bidangnya yaitu Bapak Indra Uno yang menjelaskan bagaimana kiat menjadi seorang entrepreneur dan mindset apa yang harus dimiliki oleh setiap entrepreneur untuk bisa sukses, Ibu Richa Tan dan Bapak Ari Handojo dari INTRAS yang memaparkan contoh-contoh wirausaha kekinian untuk melejitkan omset serta perkenalan mengenai digital marketing.

    Ibu Richa Tan menyampaikan ”Menjadi wirausaha adalah ibadah karena mempekerjakan diri sendiri dan membuka lapangan kerja bagi orang lain, jadi berbanggalah menjadi wirausaha”. Selain itu, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan adanya Bazaar produk UMKM. Setelah terjaring 50 UMKM yang akan menjadi penerima manfaat program Start It Up, maka diadakanlah mentoring atau pendampingan usaha kepada para UMKM tersebut.

    Namun datangnya pandemi Covid-19 di Bulan Februari 2020 merupakan tantangan baru yang harus dihadapi oleh UMKM karena adanya masa-masa PSBB sehingga UMKM harus turut serta adaptif dengan merubah cara berbisnis dari yang sebelumnya offline menjadi online. Tapi sesuai dengan peribahasa, “Dimana ada kesulitan atau tantangan maka disitulah selalu ada peluang”, maka konsep yang INOTEK dan SUI tawarkan berupa pendampingan promosi online beriringan dengan terjadinya perubahan pola konsumsi & perilaku di masyarakat yang juga berubah dari offline kepada online.

    Beberapa kegiatan yang INOTEK sesuaikan untuk mendukung proses promosi secara online adalah pelatihan kemasan (packaging), pembuatan logo, foto & video produk, pembuatan copy writing dan pendaftaran order makanan via ojek online. Melengkapi proses ini, dengan adanya kebijakan relaksasi dari pemerintah dalam hal pengurusan izin usaha guna menumbuhkan kembali perekonomian di Indonesia, INOTEK juga mengadakan pendampingan pendaftaran izin usaha bagi para UMKM binaan.

    Tidak hanya berskala lokal saja, INOTEK ingin mengangkat program pemberdayaan kewirausahaan dan produk-produk UMKM binaan Sampoerna untuk Indonesia ini bahkan hingga dikenal masyarakat luas.

    Harapan INOTEK dan Sampoerna untuk Indonesia dengan diadakannya program ini adalah semoga kegiatan yang secara holistik telah kami rampungkan penyelesaiannya ini, dapat memberikan manfaat dan menjadi cikal bakal bagi UMKM dimanapun berada untuk bisa naik kelas melalui Go-Online.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Rp 28,5 Triliun untuk Gaji Ke-13 di Bulan Agustus 2020

    Pemerintah menyalurkan gaji ke-13 PNS pada Senin, 10 Agustus 2020. Ada sejumlah kelompok yang menerima gaji itu dari anggaran Rp 28,5 triliun.