Satpol PP Segel Sementara Kafe Pengeroyokan Maut Anggota Brimob

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Satpol PP / Satuan Polisi Pamong Praja. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Ilustrasi Satpol PP / Satuan Polisi Pamong Praja. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Jakarta - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan menjelaskan pihaknya telah menyegel sementara Kafe Obama Fans Club di Kebayoran Baru.

    Kafe itu ditutup setelah sebelumnya terjadi tindak pengeroyokan anggota Brimob Polri Bharatu Yohanes Samuel Biet dan seorang anggota TNI AD. 

    "Segel Penutupan Sementara atas pelanggaran Pergub No 434/2001 tentang perpanjangan PPKM di Provinsi DKI Jakarta," ujar Ujang kepada Tempo, Selasa, 20 April 2021. 

    Ujang menjelaskan, penutupan paksa itu bukan hanya semata-mata karena ada kasus pengeroyokan tersebut. Tetapi karna pengelola kafe juga melanggar waktu operasional tempat usaha yang ditetapkan selama masa PPKM Mikro.

    Meski begitu, Ujang tak menjelaskan penutupan paksa akan dilakukan dalam jangka waktu berapa lama. "Untuk sanksi denda belum dikenakan," kata Ujang.

    Video CCTV pengeroyokan hingga menewaskan Bharatu Yohanes itu sebelumnya beredar di media sosial. Tindakan pengeroyokan terjadi di trotoar Jalan Falatehan, Melawai, Kebayoran Baru, pada Minggu 18 April 2021 sekitar pukul 07.00 WIB.

    Dalam rekaman CCTV yang diunggah akun instagram @cetul.22, kemudian beredar viral itu terlihat sekelompok pria mengeroyok seseorang hingga terkapar.

    Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusri Yunus mengtakan selain menewaskan anggota Brimon, dalam kasus tersebut satu anggota Kopassus juga mengalami cedera parah. "Oknum-oknum semua yang terlibat di sini akan dilakukan pendalaman oleh masing-masing kesatuannya," kata Yusri.

    Namun Yusri enggan memberikan keterangan tentang anggota TNI dan Polri yang terlibat kasus pengeroyokan tersebut. Hingga saat ini polisi masih memeriksa sejumlah saksi untuk menggali keterangan dan mengumpulkan bukti kasus pengeroyokan tersebut.

    "Tim masih melakukan pendalaman soal permasalahan ini, masih didalami dilakukan penyelidikan, satu per satu sedang dilakukan pemeriksaan, nanti kita tunggu hasilnya," ujar Yusri soal kasus pengeroyokan di kafe yang akhirnya disegel sementara oleh Satpol PP itu.

    Baca juga : Satu Anggota Brimob Tewas di Kafe, Polisi Bantah Sudah Bekuk Tersangka Pengeroyokan 

    M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.