Warga Kebon Melati Ikut Pantau Tetangga Pemudik yang Karantina Diri di Rumah

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lurah Lenteng Agung, Bayu Pasca bersama gugus tugas kelurahan berbincang dengan pemudik yang baru kembali ke Jakarta di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Senin, 17 Mei 2021. Stiker bertuliskan

    Lurah Lenteng Agung, Bayu Pasca bersama gugus tugas kelurahan berbincang dengan pemudik yang baru kembali ke Jakarta di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Senin, 17 Mei 2021. Stiker bertuliskan "pendatang mudik ini dalam pengawasan karantina mandiri" ditempelkan pada hunian pemudik yang baru datang dari kampung halaman. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Jakarta - Pemerintah Kota di DKI Jakarta mulai patroli dan menempelkan stiker karantina pada sejumlah rumah pemudik sejak Ahad, 16 Mei 2021.

     

    Rumah-rumah yang ditempeli stiker karantina tersebut merupakan rumah warga yang sebelumnya terdata oleh pengurus RT/RW melakukan Mudik Lebaran 2021.

     

    Lurah Kebon Melati, Winetrin mengatakan, hingga saat ini di wilayahnya ada tujuh rumah yang dipantau dan ditempeli stiker karantina. Mereka, kata Winetrin, diwajibkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari hingga ada pemeriksaan tes Covid-19 dari Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat). Mereka juga dilarang melakukan interaksi dan kegiatan dengan tetangga atau warga sekitar.

     

    Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan ratusan ribu swab antigen kit di lima kota dan kabupaten Jakarta. Jumlah tersbeut disebar sesuai kebutuhan pemeriksaan di permukiman rawan Covid-19 dan penyekatan di terminal dan jalan raya. 

     

    Sasaran utama petugas adalah pelaku mudik lebaran yang tak mengantongi hasil negatif tes Covid-19 dengan jangka waktu maksimal 1x24 jam sebelumnya. 

     

    Petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tingkat kelurahan akan memeriksa warga yang mudik Lebaran secara bertahap di masing-masing wilayah kerjanya. Caranya, dengan mendatangi kediaman pemudik secara door to door. Untuk itu, Dinas Kesehatan meminta pengurus kelurahan dan rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT) melengkapi data dan profil pemudik dengan akurat.

     

    "Kalau kedapatan ada yang positif Covid-19, maka akan diisolasi di GOR Tanah Abang atau rumah dinas lurah," kata Winetrin saat dihubungi Tempo, Selasa, 18 Mei 2021. Winetrin menambahkan, pendataan dan pemantauan warga yang melaksanakan mudik sudah dilakukan sejak masa pelarangan. "Dilihat dari permintaan surat pengantar untuk SIKM," katanya.

     

    Berdasarkan pengamatan Tempo, rumah-rumah yang berstiker menutup pintunya rapat-rapat. "Beneran isolasi," kata Maria, salah satu warga Kebon Melati, Jakarta Pusat, yang ditemui Tempo, Selasa siang, 18 Mei 2021.

     

    Menurut perempuan berusia 43 tahun ini, selain dipantau oleh petugas Puskesmas, warga juga saling mengawasi dan mengingatkan pemudik yang baru pulang di wilayahnya.

     

    Baca juga : Pasar Baru Jadi Alternatif Libur Lebaran Warga

     

    INGE KLARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.