Yayasan Mutiara Maharani: Perang terhadap Narkoba oleh Jokowi Tak Begitu Berdampak pada Pelaku

Sejumlah barang bukti di perlihatkan saat pemusnahan narkotika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jakarta Utara. Kamis, 9 Juni 2022. Sebanyak 308.445 gram sabu dan 29.482 butir happy five hasil pengungkapan enam kasus pada bulan Maret -Mei di musnahkan dengan menggunakan incenerator. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Mutiara Maharani bersama Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Selatan akan menyelenggarakan turnamen futsal yang melibatkan seluruh sektor masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa dari pengaruh narkoba, dan juga dilakukan guna memperingati Hari Anti Narkotika Nasional yang jatuh pada hari Minggu, 26 Juni 2022.

Penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja makin meningkat. Hasil dari penelitian yang dilakukan Badan Narkotika Nasional, sebanyak 2,2 juta remaja di 13 provinsi di Indonesia menjadi penyalahguna narkotika dan mengalami kenaikan hingga 24-28 persen di tahun 2019. Pada tahun 2021 angka penyalahgunaan narkotika pada remaja naik hingga 0,15 persen, terjadi peningkatan prevalensi hingga menjadi 1,95 persen atau 3,66 juta jiwa pengguna narkotika di kalangan remaja pada rentan usia 15 – 35 tahun. "Angka tersebut mungkin bertambah pada tahun 2022 melihat tren dari pergaulan remaja saat ini," kata Zaenal Suhendi dari Yayasan Mutiara Maharani dalam keterangan pers yang diterima Tempo, Jumat, 24 Juni 2022.

Ia mengatakan, peredaran gelap narkotika saat ini semakin banyak mengalami perkembangan, dari produksi skala besar sampai home industry. Jenis zatnya pun banyak berkembang dan bervariasi dengan segala bentuk dan nama untuk mengelabui aparat dan bisa diedarkan sesuai kehendak para bandar di lingkungan masyrakat umum. Target sasaran peredarannya pun tidak main-main, dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum lainnya.

Zaenal mengatakan, perang terhadap narkotika yang dicanangkan oleh presiden Joko Widodo pada tahun 2015 tidak begitu berdampak pada pelaku peredaran gelap narkotika di indonesia, Pendekatan yang demikian represif hingga eksekusi 18 terpidana mati kasus narkoba antara 2015-2016 ternyata tidak mengurangi prevalensi konsumsinya di tanah air.

Penduduk yang mencoba konsumsi narkoba ternyata bertambah dari 800 ribuan (2008); 1,15 juta (2011); 1,62 juta (2014); hingga 1,90 juta (2017). Biaya konsumsi narkoba juga naik dari Rp15 triliun (2008); Rp17 triliun (2011); Rp42 triliun (2014); hingga Rp69 triliun (2017). Nilai rupiah ini merupakan pendapatan tahunan sindikat peredaran narkoba di pasar gelap.

Dampak lain yang terjadi khususnya dalam sektor kesehatan adalah meningkatnya infeksi HIV di tengah masyarakat. Pemakaian alat suntik narkoba secara bergiliran diidentifikasi sebagai pemicu melonjaknya penularan HIV di Indonesia sejak akhir 1990-an. "Depkes RI mencatat dari tahun 2003-2004 angka kasus berlipat ganda dengan 80% kasus baru adalah dari pengguna narkoba suntik," kata Zaenal.

Sebagai lembaga nonprofit yang berbasis komunitas, Yayasan Mutiara Maharani bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Selatan peduli dengan dampak buruk narkotika di indonesia. Oleh karena itu, Yayasan Mutiara Maharani bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Selatan dalam mewujudkan menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahaya narkotika.

Dengan penyelenggaraan turnamen futsal yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 dan 26 Juni 2022 yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, diharapkan seluruh peserta kegiatan dan masyarakat luas ikut berpartisipasi memperingati Hari Anti Narkotika Nasionan tahun 2022. "Kami mengkampanyekan 'Selamatkan Pemuda Pemudi Penerus Bangsa Dari Bahaya Narkotika'"," kata dia.

Baca juga: Hari Anti Narkotika Internasional, BNN dan Yayasan Mutiara Maharani Gelar Turnamen Futsal






Tangis Santi Warastuti dan Janji DPR Perjuangkan Legalisasi Ganja Untuk Medis

3 hari lalu

Tangis Santi Warastuti dan Janji DPR Perjuangkan Legalisasi Ganja Untuk Medis

DPR berjanji memperjuangkan legalisasi ganja untuk medis dalam revisi UU Narkotika.


Mahasiswa di Bekasi Pesan Ganja ke Bandar di Medan, Lalu Dijual Lagi ke Teman-teman Kampus

4 hari lalu

Mahasiswa di Bekasi Pesan Ganja ke Bandar di Medan, Lalu Dijual Lagi ke Teman-teman Kampus

Seorang mahasiswa di Bekasi ditangkap, karena memesan paket ganja yang akan ia jual lagi ke teman-teman kampusnya. Pesanan paket ganja kedua


Kegiatan Pariwisata Kembali Bebas, BNN Memperketat Pengawasan Peredaran Narkoba di Yogyakarta

4 hari lalu

Kegiatan Pariwisata Kembali Bebas, BNN Memperketat Pengawasan Peredaran Narkoba di Yogyakarta

Pada awal 2022 ketika kasus Covid-19 tinggi, terungkap dua kasus jaringan narkoba di kalangan mahasiswa dan pengedar antar-provinsi di Yogyakarta.


DPR Segera Kaji Wacana Legalisasi Ganja untuk Medis

5 hari lalu

DPR Segera Kaji Wacana Legalisasi Ganja untuk Medis

DPR akan mengkaji wacana legalisasi ganja untuk medis yang belakangan mulai ramai dibicarakan di masyarakat.


DJ Joice Challista Bakal Diasesmen BNN, Beli Sabu untuk Kepuasan, dan Pemasok Dikejar Polisi

5 hari lalu

DJ Joice Challista Bakal Diasesmen BNN, Beli Sabu untuk Kepuasan, dan Pemasok Dikejar Polisi

Polisi telah menetapkan Anisa Choerunnisa atau DJ Joice Challista sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba. Ia bakal diasesmen BNN.


Polisi: DJ Joice Challista Konsumsi Sabu Bersama 3 Rekannya

6 hari lalu

Polisi: DJ Joice Challista Konsumsi Sabu Bersama 3 Rekannya

Polisi menangkap Anisa Choerunnisa atau DJ Joice Challista saat mengonsumsi narkoba jenis sabu kemarin


Kemenkumham Bilang Sebagian Besar Lapas Kelebihan Penghuni hingga 3 Kali Lipat

6 hari lalu

Kemenkumham Bilang Sebagian Besar Lapas Kelebihan Penghuni hingga 3 Kali Lipat

Abdul Aris menyebutkan banyak lembaga permasyarakatan (lapas) besar di Indonesia mengalami kelebihan penghuni hingga lebih dari tiga kali lipat.


Polisi Pastikan DJ Joice Challista Ditangkap karena Dugaan Kasus Narkoba

6 hari lalu

Polisi Pastikan DJ Joice Challista Ditangkap karena Dugaan Kasus Narkoba

Polisi menangkap DJ Joice Challista pada Senin sore, kemudian memeriksa barang bukti yang diduga narkoba di laboratorium forensik.


Polisi Tangkap DJ inisial J dalam Kasus Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

6 hari lalu

Polisi Tangkap DJ inisial J dalam Kasus Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

Polres Metro Jakarta Selatan menangkap seorang DJ inisial J dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Pernah menjadi model.


Sinergitas Polri Tangani Narkotika di Tanah Air

6 hari lalu

Sinergitas Polri Tangani Narkotika di Tanah Air

Polisi memiliki wewenang untuk melakukan penegakan hukum sebagaimana diatur dalam KUHAP Pasal 1 ayat (1) dan pasal 81 UU Narkotika.