Kamis, 22 Februari 2018

Penembakan Polisi di Cireundeu, Ada Motif Dendam?

Oleh :

Tempo.co

Minggu, 28 Juli 2013 05:03 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penembakan Polisi di Cireundeu, Ada Motif Dendam?

    ilustrasi penembakan. haihoi.com

    TEMPO.CO , Jakarta: Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan, penyidik   mendalami dugaan motif balas dendam dalam kasus penembakan anggota Satuan Lalu Lintas Polsek Gambir, Ajun Inspektur Polisi Dua Fatah Sakti Yono. “Ada informasi  korban pernah terlibat tabrakan dengan pengendara sepeda motor lain tiga hari lalu,” kata Rikwanto, Sabtu, 27 Juli 2013.  "Informasi itu masih didalami.”

    Menurut Rikwanto, pelaku menembak korban dari jarak dekat.   "Korban ditembak dari jarak 1-2 meter," katanya. Indikasinya, kata Rikwanto, pelaku sudah membuntuti sejak korban keluar dari rumah. Atas dasar itu pula, Rikwanto menepis dugaan bahwa pelaku merupakan orang yang terlatih.

    Rikwanto membenarkan bahwa luka korban cukup serius sehingga harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. "Ditembak dari jarak begitu dekat pasti lukanya parah," katanya.

    Warga Kampung Pondok, RT 03 RW 03, Bojongsari, Kota Depok, itu ditembak orang berjaket hitam yang membonceng sepeda motor saat mengendarai motor Yamaha Mio warna putih kombinasi merah bernomor polisi B-6758-ZBX di Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, dinihari kemarin.

    Korban mengalami luka tembak di punggung kiri hingga tembus ke dada kiri. Pelaku dua orang berboncengan, yang dibonceng bertindak sebagai eksekutor. Peristiwa ini terjadi di depan Sekolah Al-Fath.  Setelah korban terkapar, kedua pelaku melarikan diri. Tubuh korban ditemukan oleh Nyoto Priyono, warga yang baru salat di Masjid Al-Ikhsan. "Saya lihat ada orang di depan teras masjid dengan luka tembak,” kata Priyono.



    Polda Metro Jaya telah membentuk tim pengusut yang dibagi menjadi dua kekuatan. “Satu memburu pelaku, lainnya mencari fakta di tempat kejadian perkara," ujar Rikwanto kemarin.



    MUHAMMAD MUHYIDDIN | M. ANDI PERDANA | JONIANSYAH | ALI ANWAR

    Baca juga:
    Datangkan 1.000 Bus, Jokowi Ditanya DPRD 

    Ini Alasan Ahok Dilaporkan ke Polisi
    Polisi Dituding Tak Merespon Laporan FPI Depok
    Saran Pengamat Transportasi untuk Jokowi
    Kepergok Polisi, Pencuri Motor Tewas Ditembak 
    Membahayakan, 18 Bus Metromini Dilarang Beroperasi
    Pengamat Nilai 1.000 Bus Jakarta Kurang


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Vino G Bastian, Sherina Munaf, dan Para Pemeran Wiro Sableng 212

    Bersama Sherina Munaf dan Marsha Timothy, Vino G Bastian menghidupkan kembali tokoh penggenggam Kapak Maut Naga Geni 212 dalam film Wiro Sableng.