Modus Hercules Memeras dan Mencuci Uang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tokoh Pemuda Indonesia Timur, Hercules Rosario Marshal (tengah) tersangka aksi premanismen mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (30/5). Tempo/Eko Siswono Toyudho

    Tokoh Pemuda Indonesia Timur, Hercules Rosario Marshal (tengah) tersangka aksi premanismen mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (30/5). Tempo/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Sukanto Tjakra dan Surya Putra Sugandhi adalah pengusaha yang memiliki lahan di kompleks yang sama di Srengseng Kembangan, Jakarta Barat. Sukanto, lewat perusahaannya PT Tjakra Multi Strategi, merupakan pengembang Ruko Rich Palace dengan luas lahan sekitar 2,6 hektare.

    Adapun Surya Putra Sugandhi adalah pengusaha yang berencana membangun Sekolah Bina Bangsa di kompleks lahan yang berdekatan dengan Ruko Rich Palace. Surya memiliki lahan sekitar 2,3 hektare yang dibeli dari Sukanto. Hingga kini Sekolah Bina Bangsa belum juga dibangun.

    Awalnya Sukanto memiliki lahan 6,9 hektare yang dibelinya pada 2006. Dia menjualnya kepada Surya sekitar 2009. Selain kepada Surya, Sukanto menjual lahannya seluas dua hektare kepada PT Mitra Abadi Sukses Sejahtera, yang membangun Apartemen Belmont Residence.

    Lokasi usaha yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah Hercules di Kebon Jeruk Indah membuat mereka kerap berhubungan dengan Maung--demikian julukan Hercules--dan anak buahnya. Sebelum penyerahan cek senilai Rp 500 juta, Sukanto dan Direktur Utama PT Mitra Abadi Sukses Sejahtera, Amin Maulana, menyerahkan uang Rp 400 juta untuk Hercules pada 5 Maret 2010. Uang itu patungan Amin dengan Sukanto. Hercules meminta uang itu sebagai “uang keamanan”. (Baca: Hercules Terancam 20 Tahun Penjara)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.