Polisi Tangkap Mucikari yang Pakai Akun @TemanJakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pelacuran / prostitusi. REUTERS/Edgar Su

    Ilustrasi pelacuran / prostitusi. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap pria bernama MS alias Mike yang selama ini menawarkan perempuan yang bisa diajak kencan melalui media online. Akun Twitter yang digunakan pria berusia 30 tahun itu ada @TemanJakarta.

    "Dia ditangkap di sebuah hotel saat sedang mengantar perempuan untuk pelanggan pada Kamis dinihari," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto kepada pers, Jumat, 24 April 2015.

    Heru mengatakan, Mike melakukan penawaran terhadap para pelanggan yang memerlukan jasa perempuan panggilan melalui akun Twitter. Sejak enam bulan lalu, dia mengorganisir puluhan perempuan. "Ada pelanggan yang kenal Mike kemudian menawarkan ke perempuan yang dipakainya ke Mike kalau ingin dapat keuntungan lebih," kata Heru.

    Perempuan yang bisa dipesan melalui Mike berasal dari berbagai profesi, ada mahasiswa, freelance, dan karyawan biasa. Tarifnya berkisar Rp 1-2 juta untuk satu jam. Tarif sebesar itu sudah termasuk dengan sewa kamar di hotel.

    Kepala Unit II Vice Control Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Teuku Arsya Khadafi mengatakan pelanggan yang hendak memakai jasa Mike harus jadi anggota lebih dulu. "Syaratnya membayar Rp 500.000 kemudian akan diberi PIN BBM dari tersangka," katanya.

    Setelah mendapat PIN BBM tersangka, pelanggan harus lebih dulu mengirimkan bukti pembayaran. "Lalu pelanggan akan mendapat kiriman foto-foto perempuan yang dapat dipilih," kata Arsya. Dari situ, pelanggan dapat memilih perempuan pilihannya dan mengatur pertemuan.

    Menurut Arsya, Mike bekerja sendiri mengelola bisnis ini. Dia menggunakan sistem bagi hasil dengan perempuan yang bekerja sama dengannya. "Dia dapat 30 persen, perempuannya dapat 70 persen," ujarnya.

    Atas perbuatannya, Mike terancam Pasal 296 KUHP juncto Pasal 506 KUHP tentang kejahatan kesusilaan. "Ancaman hukumannya 2 tahun penjara," kata Arsya.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.