Minggu, 22 September 2019

Waspada Penjambretan, Ini Target dan Modus Sindikat Tenda Orange

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga pelaku pejambretan yang masuk dalam kelompok tenda orange dihadirkan saat rilis di Polres Jakarta Barat, Senin, 2 Juli 2018. Kelompok tenda orange sebelumnya menjambret Dirjen PUPR. TEMPO/Lani Diana

    Tiga pelaku pejambretan yang masuk dalam kelompok tenda orange dihadirkan saat rilis di Polres Jakarta Barat, Senin, 2 Juli 2018. Kelompok tenda orange sebelumnya menjambret Dirjen PUPR. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolsek Taman Sari membeberkan anggota sindikat penjambretan dan begal Tenda Orange di Teluk Gong biasanya menyasar perempuan. 

    Kapolsek Taman Sari AKBP Rully Indra Wijayanto menyatakan, pelaku mencari lokasi dan sasaran pejambretan secara acak. Sasaran empuk sindikat ini adalah perempuan.

    "Jadi mereka secara konvoi cari lokasi dan sasaran khususnya perempuan," kata Ruly di kantor Kepolisian Resor Jakarta Barat, Senin, 2 Juli 2018.

    Baca: Polisi Gelar Operasi Jambret dan Begal Menjelang Asian Games

    Menurut Ruly, pelaku tak menyasar perempuan di usia tertentu. Pelaku akan melancarkan aksinya ketika melihat ada warga yang lengah atau dalam kondisi tidak siap. Secara lokasi, pelaku penjambretan juga tidak fokus di satu wilayah.

    "Pokoknya semua yang dalam posisi kurang kewaspadaan itu yang menjadi sasaran mereka," ujar Ruly.

    Aspek lain yang diperhatikan sindikat tenda orange, yakni keramaian. Ruly menjelaskan, pelaku biasanya mulai beraksi di jam sibuk antara 19.00-22.00 WIB. Pelaku mempertimbangkan kepadatan kendaraan yang dianggap memperkecil ruang warga untuk membantu korban.

    "Ketika kendaraan padat dan korban teriak minta tolong, orang mengejarnya agak kesulitan," lanjutnya.

    Baca: Penjambretan Dirjen PUPR Bongkar Markas Sindikat di Teluk Gong

    Sembilan tersangka menjambret perempuan berinisial CS di Jalan Mangga Besar Raya, Tamansari, Jakarta Barat pada Selasa, 26 Juni 2018 pukul 20.00 WIB. Lokasi persis peristiwa di depan New MG Hotel, seberang sekolah Santo Leo, Jakarta Barat.

    Malam itu, CS baru selesai memarkirkan kendaraannya di New MG Hotel. Tepat di seberang lokasi adalah sekolah Santo Leo.

    Korban hendak menyeberang ke arah sekolah Santo Leo. Saat itulah pelaku merampas tas korban yang berisi telepon genggam merek iPhone 7, kunci kontak, dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) mobil Mercedez B-2690-UFW.

    Ruly berujar, pelaku penjambretan satu sindikat dengan penjambret Direktur Jenderal Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang bermarkas di sebuah tenda orange di kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara.

    Sebelumnya, Polres Jakarta Barat menangkap lima pelaku penjambretan  iPhone X milik Dirjen PUPR Syarif Burhanudin. Ponsel iPhone X Syarif dijambret saat dia bersepeda di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, pada Ahad, 24 Juni 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe