Ombudsman Temukan Calo SIM Beroperasi, Kapolres Bekasi Jamin Zero

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM). Tempo/Fardi Bestari

    Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM). Tempo/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Bekasi – Rapid assessment  yang dilakukan Ombudsman Jakarta Raya menemukan maraknya praktik calo SIM atau surat izin mengemudi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Praktik itu ada di  Polres Jakarta Utara, Polres Bekasi Kota, Polres Depok, dan Polres Tangerang.

    Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Indarto mengklaim praktik calo SIM itu sudah tidak ada. “Sekarang sudah zero," kata Indarto, pada Kamis 6 September 2018.

    Baca juga: Pungli dan Calo SIM di Jabodetabek, Ombudsman: Bebas Berkeliaran

    Indarto mengatakan, pihaknya telah menerapkan wilayah bebas korupsi sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan, selama pelaksanaan itu, Indarto mengaku beberapa kali menangkap langsung pelaku jasa pembuatan SIM yang merugikan masyarakat.

    Kalau pun ada calo, kata dia, masyarakat yang menggunakan jasa calo dibawa ke luar Kota Bekasi untuk mengurus surat izin mengemudi. Soalnya, pembuatan SIM kini bisa dilakukan di semua Polres tanpa harus melihat domisili.

    "Kami di Kota Bekasi tidak memberi ruang bagi calo untuk beraksi," kata Indarto.

    Seorang mantan calo yang kini menjaga parkiran mengakui jika praktik percaloan di Polres Metro Bekasi Kota sudah tak bisa lagi. Soalnya, proses pembuatan di "dalam" tak bisa memproses, dan harus sesuai dengan prosedur.

    "Kalau di sini tidak bisa cepet seperti dulu," ujarnya.

    Indarto menambahkan, untuk menghindari praktik percaloan pihaknya telah membuka layanan perpanjang SIM sampai 24 jam. Lokasi yang digunakan adalah di bagian sisi kanan gerbang utama kantor Polres. Selain layanan 24 jam, pihaknya juga membuka layanan sampai malam di mal pelayanan publik di Bekasi Junction.

    Untuk pembuatan SIM baru, kata dia, pihaknya juga membuka layanan latihan setiap akhir pekan. Ini dilakukan untuk menekan kegagalan ketika pemohon mengikuti ujian praktik. "Dengan latihan dulu, pemohon tidak pesimis," ujar dia.

    Simak juga: Ombudsman Sebut Calo SIM Marak, Polda Metro Jaya: Bukan Polisi

    Sebabnya, stigma masyarakat dalam mengurus SIM baru susah, dan tingkat kelulusannya sangat kecil sehingga mereka memakai calo SIM. Karena itu, menurut dia, diberikan layanan latihan agar pemohon dapat menguasai teknik.  ujian praktik sebelum proses pembuatan resmi yang diuji langsung oleh petugas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.