Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Saat Hakim Ungkit Kedermawanan Bos Timah Tamron, Singgung Soal Sangu dan Setoran ke Pejabat

Reporter

image-gnews
Ketua majelis hakim Sulistiyanto Budiharto menyinggung kedermawanan bos timah Tamron alias Aon dalam sidang menghalangi penyidikan kasus timah dengan terdakwa Toni Tamsil di PN Pangkalpinang, Rabu, 10 Juli 2024. TEMPO/Servio Maranda
Ketua majelis hakim Sulistiyanto Budiharto menyinggung kedermawanan bos timah Tamron alias Aon dalam sidang menghalangi penyidikan kasus timah dengan terdakwa Toni Tamsil di PN Pangkalpinang, Rabu, 10 Juli 2024. TEMPO/Servio Maranda
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Beneficial Ownership CV Venus Inti Perkasa (VIP) dan PT Menara Cipta Mulia (MCM), Tamron alias Aon dihadirkan sebagai saksi tidak disumpah dalam sidang perintangan penyidikan kasus korupsi timah dengan terdakwa Toni Tamsil alias Akhi. 

Kakak kandung terdakwa Toni Tamsil itu dihadirkan secara online bersama dengan General Manager Operasional CV VIP dan PT MCM Achmad Albani. Sedangkan tiga sahabat karib Toni Tamsil yakni Jauhari alias Ajiw, Edwin Leonardo dan Mohammad Faisal hadir langsung di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Rabu, 10 Juli 2024. 

Dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim Sulistiyanto Budiharto yang bertanya kepada Aon, sempat menyinggung kedermawanan sosok bos timah itu di lingkungan masyarakat Koba dan setoran kepada pejabat. 

"Pak Tamron saya nggak banyak nanya. Saya cuma denger kedermawanan Pak Tamron di lingkungan masyarakat Koba. Yang saya tanyakan, apakah di lingkungan pemerintahan ada yang pernah Pak Tamron kasih sangu," ujar Sulistiyanto.

Sulistiyanto juga menanyakan soal setoran Aon ke para pejabat pemerintahan dan jatah khusus terhadap pejabat yang alih tugas.

"Kalau (Pejabat) alih tugas atau lainnya ada tidak dikasih? Ada tidak jatahnya? Ini nanti penyidiknya saja yang jawab. Saya hanya kasih clue saja," ujar dia.

Kedua pertanyaan Sulistiyanto tersebut dibantah oleh Tamron. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah ada jatah ke pejabat pemerintah atau pun pejabat yang alih tugas.

"Izin yang mulia itu tidak ada," ujar Aon terbata dan sambil tertawa kecil.

Dalam kesaksiannya, Aon juga membantah keterlibatan adiknya Toni Tamsil alias Akhi di seluruh bisnis yang dijalaninya baik itu di perusahaan perkebunan kelapa sawit maupun di pertambangan timah.

"Posisi adik Toni tidak ada salah apa-apa. Dia tidak tahu apa-apa soal tata niaga timah. Tidak ikut campur juga soal file dokumen apa pun. Saya berani jamin," ujar dia.

Aon mengakui bahwa dia sempat dihubungi Toni Tamsil yang melaporkan bahwa rumahnya didatangi penyidik Kejaksaan Agung. Dia kemudian memerintahkan adiknya itu untuk segera menutup toko kelontongan milik Toni dan menyuruhnya segera pergi.

 "Hanya itu saja komunikasinya. Setelah itu tutup telpon dan saya tidak berkomunikasi lagi hingga sekarang. Maksud saya menyuruh dia pergi untuk pulang karena ada pemeriksaan," ujar dia.

Menurut Tamron, dia tidak menyangka bahwa kediaman Toni Tamsil ikut digeledah mengingat selama ini Toni Tamsil tidak pernah terlibat apa pun.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Soal dokumen di rumahnya saya tidak paham karena perusahaan saya di Venus dan MCM, dokumen-dokumen Albani yang mengurus," ujar dia.

General Manager Operasional CV VIP dan PT MCM, Achmad Albani mengatakan Toni Tamsil tidak ada kaitan dalam bisnis pertambangan timah yang diurusnya itu.

"Dengan terdakwa Toni Tamsil hanya sekedar kenal saja. Mukanya yang mana saya sudah lupa. Ketemu dia setiap ada acara keluarga Pak Tamron saja. Tidak pernah berhubungan telepon atau WA berkaitan dengan bisnis tambang di Venus dan MCM," ujar dia.

Terkait adanya dokumen CV VIP dan PT MCM di kediaman Toni Tamsil, Albani mengaku tidak tahu menahu karena dokumen tersebut hanya dia titipkan ke staf perusahaan perkebunan sawit CV Mutiara Alam Lestari (MAL), Yuliana Fransiska alias Ayung yang juga menjadi saksi.

"Saya suruh supir antar ke dokumen ke Ayung. Pengiriman dokumen ini setelah penyidik Kejagung menggeledah CV MAL. Saya sering mengirim dokumen ke Ayung dan itu bukan satu dua kali," ujar dia.

Albani menuturkan dokumen penting perusahaan hanya dia simpan di Kantor Mutiara yang menjadi kantor bersama yang terletak di sebelah Hotel Cordela di Jalan Hamidah Kota Pangkalpinang.

"Dokumen penting seperti dokumen lingkungan dan pertambangan disimpan di kantor mutiara di samping Hotel Cordela. Kantor ini kantor bersama karena banyak jenis usaha seperti timah, kelapa sawit hingga dokumen kapal Pak Taskin. Dokumen tidak penting saya kirim ke CV MAL karena disana kantornya luas bisa menyimpan dokumen," ujar dia.

Kuasa Hukum Toni Tamsil, Jhohan Adhi Ferdian mengatakan saksi Tamron dan Albani yang dihadirkan jaksa menjadi saksi kunci bahwa kliennya sama sekali tidak bersalah.

"Saksi Tamron dan Albani sudah menyatakan bahwa Toni Tamsil tidak terlibat di perkara ini. Albani menaruh dokumen di CV MAL. Bukan di rumah Toni Tamsil. Jadi keterangannya jadi saksi kunci perkara ini kita anggap," ujar dia.

Jhohan menambahkan seluruh saksi sudah menyatakan bahwa Toni Tamsil tidak terlibat. Tuduhan merusak ponsel untuk menghalangi penyidikan kasus korupsi timah, kata Jhohan, juga tidak terbukti.

"Besok rencananya jaksa akan menghadirkan saksi ahli IT. Nanti kita tanyakan lebih jelas. Ponsel Tamron dan Albani pasti sudah diakusisi penyidik. Kita lihat ada tidak komunikasi soal merintangi kasus timah," ujar dia.

Pilihan Editor: Kejagung Akan Hadirkan Tamron alias Aon di Sidang Menghalangi Penyidikan Kasus Timah Toni Tamsil

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Kasus Pemalsuan 109 Ton Emas Antam, 5 Orang Dikenai Tahanan Kota

1 jam lalu

Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan konferensi pers penetapan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola 109 ton emas PT Antam pada Kamis malam, 18 Juli 2024. TEMPO/Amelia Rahima Sari
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Kasus Pemalsuan 109 Ton Emas Antam, 5 Orang Dikenai Tahanan Kota

Kejaksaan Agung menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi 109 ton emas Antam periode 2010-2021.


Jaksa Masih Teliti Berkas Perkara TPPU Panji Gumilang

7 jam lalu

Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan memberikan keterangan terkait kasus penyelewengan dana umat Aksi Cepat Tanggap (ACT). Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta. Jumat, 29 Juli 2022. Whisnu Hermawan menyatakan keempat petinggi ACT Ahyudin, Ibnu Khajar, Heriyana Hermain, dan Novariyadi Imam Akbari ditahan oleh Bareskrim per hari ini. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Jaksa Masih Teliti Berkas Perkara TPPU Panji Gumilang

Pimpinan Ponpes AlZaytun sekaligus terpidana kasus penodaan agama, Panji Gumilang, sudah bebas murni dari tahanan, kasus TPPU-nya masih menggantung.


Profil 5 Jaksa yang Ikut Seleksi Capim KPK, Eks Direktur Penuntutan KPK hingga Kepala Kejati

17 jam lalu

Eks Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana (kiri). TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Profil 5 Jaksa yang Ikut Seleksi Capim KPK, Eks Direktur Penuntutan KPK hingga Kepala Kejati

Beberapa jaksa yang mendaftar seleksi capim KPK ada yang pernah menjabat sebagai kepala kejaksaan tinggi, dan ada yang masih menjabat.


KPK Panggil Eks Kajati Sultra dalam Kasus Dugaan Korupsi di DJKA Kemenhub

1 hari lalu

Suasana di depan Gedung KPK/Tempo/Mirza Bagaskara
KPK Panggil Eks Kajati Sultra dalam Kasus Dugaan Korupsi di DJKA Kemenhub

KPK memeriksa eks Kajati Sultra sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di DJKA Kemenhub. KPK masih terus mengembangkan penyidikan kasus.


Skandal Rekayasa Guru Besar Mencuat, Ini Sanksi bagi Pemalsu Gelar Profesor

1 hari lalu

Pejabat Publik dengan Gelar Guru Besar Janggal
Skandal Rekayasa Guru Besar Mencuat, Ini Sanksi bagi Pemalsu Gelar Profesor

Guru Besar atau profesor merupakan gelar tertinggi bagi dosen yang aktif mengajar. Jika ditemukan ada yang memalsukan gelar ini, ada sanksi pidana.


Mendag Zulhas Temui Jaksa Agung, Minta Dukungan Bentuk Satgas Impor Ilegal

2 hari lalu

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat ditemui usai mengikuti Rapat Kerja Komisi VI dan Kementerian Perdagangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2024. TEMPO/Han Revanda Putra.
Mendag Zulhas Temui Jaksa Agung, Minta Dukungan Bentuk Satgas Impor Ilegal

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung. Minta dukungan bentuk satuan tugas (satgas) pengawasan impor ilegal.


5 Jaksa Daftar Capim KPK, Kapuspenkum Ungkap Pesan dari Jaksa Agung

2 hari lalu

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI Harli Siregar memberikan keterangan saat konferensi pers pengembangan kasus korupsi Timah yang merugikan negara keuangan negara sebesar 300 triliun di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 13 Juni 2024. Kejakssaan Negeri Jakarta Selatan menerima pelimpahan tahap 2 perkara dugan korupsi pengelolahan tata niaga timah yang melibatkan 10 tersangka dan sejumlah barnag bukti. TEMPO/ Febri Angga Palguna
5 Jaksa Daftar Capim KPK, Kapuspenkum Ungkap Pesan dari Jaksa Agung

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Harli Siregar menyampaikan para jaksa diperintah untuk mendaftar sebagai capim KPK oleh Jaksa Agung.


Jemmy Sutjiawan Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

2 hari lalu

Direktur Utama PT Sansaine Exindo Jemmy Sutjiawan (kiri) memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin, 11 September 2023. Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BAKTI Kominfo Elvano Hatorangan, Kepala Divisi Lastmile/Backhaul BAKTI Kominfo Muhammad Feriandi Mirza, dan Direktur Utama PT Sansaine Exindo Jemmy Sutjiawan sebagai tersangka baru dalam penyidikan kasus dugaan korupsi penyediaan menara BTS 4G dan program Bakti Kominfo di lingkungan Kemenkominfo. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Jemmy Sutjiawan Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

jaksa menuntut Jemmy Sutjiawan 4 tahun penjara plus denda Rp 1 miliar.


Sudirman Said Daftar Capim KPK, Eks Penyidik KPK: Meningkatkan Level Kompetisi

2 hari lalu

Juru Bicara bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan, Sudirman Said, saat ditemui di Sekretariat Perubahan, Brawijaya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 18 Oktober 2023. TEMPO/Daniel A. Fajri
Sudirman Said Daftar Capim KPK, Eks Penyidik KPK: Meningkatkan Level Kompetisi

Masuknya Sudirman Said dalam seleksi capim KPK dianggap membuat kompetisi semakin ketat.


Lima Pegawai Kejaksaan Agung Ikut Seleksi Capim KPK, Dapat Rekomendasi Langsung dari Jaksa Agung

2 hari lalu

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI Harli Siregar memberikan keterangan saat konferensi pers pengembangan kasus korupsi Timah yang merugikan negara keuangan negara sebesar 300 triliun di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 13 Juni 2024. Kejakssaan Negeri Jakarta Selatan menerima pelimpahan tahap 2 perkara dugan korupsi pengelolahan tata niaga timah yang melibatkan 10 tersangka dan sejumlah barnag bukti. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Lima Pegawai Kejaksaan Agung Ikut Seleksi Capim KPK, Dapat Rekomendasi Langsung dari Jaksa Agung

Lima pegawai Kejagung itu mendaftarkan diri menjadi Capim KPK pada Senin sore.