Reuni Akbar 212, Intelijen Polda Susun Rencana Pengamanan

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan Alumni massa aksi 212 akan menggelar Shalat Subuh berjamaah sebelum acara reuni 212 di Silang Monas, Jakarta, 2 Desember 2017.  Reuni Alumni 212 nantinya akan menyampaikan petisi, resolusi, atau maklumat dari pandangan umat muslim peserta Kongres Alumni 212. TEMPO/Subekti.

    Ribuan Alumni massa aksi 212 akan menggelar Shalat Subuh berjamaah sebelum acara reuni 212 di Silang Monas, Jakarta, 2 Desember 2017. Reuni Alumni 212 nantinya akan menyampaikan petisi, resolusi, atau maklumat dari pandangan umat muslim peserta Kongres Alumni 212. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, JakartaKepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah menerima surat pemberitahuan ihwal acara Reuni Akbar 212 di Monas pada 2 Desember 2012.

    Baca juga: Anies Baswedan Pastikan Bakal Hadiri Reuni Akbar 212

    Saat ini intelejen dari Biro Operasi Polda Metro Jaya tengah menyusun rencana pengamanan acara tersebut. "Setelah itu baru kami bisa perkirakan jumlah personel yang diterjunkan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa, 27 November 2018.

    Setelah perencanaan jadi, ujar Argo, Polisi lalu lintas akan menentukan kebijakan yang akan dilakukan selama acara itu berlangsung. Namun, Argo belum dapat memastikan apakah nantinya akan diberlakukan kebijakan rekayasa lalu lintas seperti buka-tutup jalan ataupun contra flow.

    Argo mengatakan polisi siap mengamankan acara Reuni Akbar 212 yang akan berbarengan dengan peringatan Maulid Nabi di Masjid Istiqlal.

    Rencananya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi akan hadir dalam acara peringatan di Masjid Istiqlal itu. "Pada prinsipnya kami akan menjaga keamanan di acara tersebut, tidak ada masalah," ucap Argo.

    Ketua Umum Persaudaran Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan rencana Reuni Akbar 212. "Kami akan tausiyah, dzikir, sekaligus memperingati Maulid Nabi di hari Ahad bulan Desember tanggal 2," kata Slamet di kantor Kementerian Koordinator Bidang Polhukam, Jakarta, Jumat, 9 November 2018.

    Baca juga: Polda Metro Jaya Izinkan Reuni Akbar 212

    Slamet mengatakan reuni akbar 212 itu juga akan diisi dengan tausiyah dari Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyetujui rencana reuni akbar 212 itu. Anies mengatakan tidak ada larangan Persatuan Alumni 212 menggelar Reuni Akbar 212 di Lapangan Monas, 2 Desember 2018.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.