Keluarga Pertanyakan Penahanan Bahar bin Smith di Polda Jabar

Bahar bin Ali bin Smith (kanan) keluar dari kendaraannya untuk menjalani pemeriksaan perdana di Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Bandung, Selasa, 18 Desember 2018. Ia diminta memberi kesaksian terkait dugaan penganiayaan terhadap remaja bernama MHU (17) dan JA (18) di Ponpes Tajul Alwiyyin, Bogor. ANTARA/Raisan Al Farisi

TEMPO.CO, Bogor -Kuasa Hukum ustad Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta mengatakan, pihaknya mempertanyakan sikap kepolisian yang menahan kliennya bukan di Lapas selama persidangan.

“Sesuai dengan prosedur ya harusnya ke lapas, tapi klien kami ditahan di sel Polda Jawa Barat dan Polres Bogor,” kata Ichwan kepada Tempo, Senin 4 Februari 2019.

Baca : Berkas Lengkap, Bahar bin Smith Tetap Ditahan di Polda Jabar

Ichwan mengatakan, alasan pihak kepolisian adalah faktor keamanan yang membuat kliennya di tahan di sel kepolisian.

“Alasannya keamanan, khawatir massa banyak, massa besar. Sekarang bisa dilihat tidak ada massa, jadi itu hanya khawatir berlebihan,” kata Ichwan.

Ichwan mengatakan, para kliennya akan menunggu kurang lebih selama 20 hari guna menunggu proses persidangan.

Ditempat yang sama, istri Bahar, Fadlun Faisal juga mengaku keberatan dengan pihak kepolisian yang melakukan penahanan suaminya di Mapolda Jawa Barat.

“Disana saya dibatasi, ngobrolnya pun dibalik jeruji,” kata Fadlun.

Kasat Reskrim Polres Bogor, Ajun Komisaris Benny Cahyadi mengatakan, soal penahanan merupakan kewenangan pihak kejaksaan.

“Secara yuridis, setelah ditetapkan P21 (berkas lengkap) dan dilakukan tahap dua maka kini baik tersangka maupun barang bukti kewenangannya ada di Kejaksaan,” kata Benny.

Simak juga :
Polisi Serahkan Bahar bin Smith ke Kejaksaan

Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith dilaporkan ke Polres Bogor terkait dugaan kekerasan terhadap dua remaja berinisial MHU (17) dan JA (18) di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor dengan nomor laporan LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res Bogor tertanggal 5 Desember 2018.

Adapun Bahar bin Smith dijerat dengan Pasal 170 ayat (2), Pasal 351 ayat (2), Pasal 333 ayat (2) dan Pasal 80 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.






Rizky Billar dan Lesti Kejora Sambangi Polda Metro, Putuskan Berdamai dengan Tersangka Pengancaman

1 hari lalu

Rizky Billar dan Lesti Kejora Sambangi Polda Metro, Putuskan Berdamai dengan Tersangka Pengancaman

Rizky Billar dan Lesti Kejora didampingi oleh kuasa hukumnya, Sandrakh Seskoadi mendatangi Polda Metro Jaya untuk berdamai dengan sosok pengancam dirinya. Keputusan yang dilakukan Billar dipilih karena dia tidak tega bahwa A (inisial pengancam) mempunyai anak dan istri. A ditangkap tim Ditretkrimsus unit cyber Polda Metro Jaya di Medan.


Yaqut Cholil Qoumas Ingatkan Masyarakat Tidak Gunakan Agama Sebagai Alat Kepentingan Politik

21 hari lalu

Yaqut Cholil Qoumas Ingatkan Masyarakat Tidak Gunakan Agama Sebagai Alat Kepentingan Politik

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengajak masyarakat, tokoh agama, dan pemuda terus merawat kerukunan, menghargai perbedaan, dan menghindari perpecahan.


Masuk Tahun Politik, Kapolda Metro Jaya Waspadai Ujaran Kebencian dan Provokasi SARA

34 hari lalu

Masuk Tahun Politik, Kapolda Metro Jaya Waspadai Ujaran Kebencian dan Provokasi SARA

Kapolda Metro Jaya menyiapkan strategi untuk mendinginkan suasana yang diprediksi akan memanas jelang tahun politik 2024.


Roy Suryo Divonis 9 Bulan Penjara di Kasus Ujaran Kebencian Meme Stupa

38 hari lalu

Roy Suryo Divonis 9 Bulan Penjara di Kasus Ujaran Kebencian Meme Stupa

Hakim PN Jakbar menjatuhkan vonis hukuman 9 bulan penjara kepada Roy Suryo atas kasus ujaran kebencian meme stupa Borobudur


KALEIDOSKOP 2022: Roy Suryo Tersandung Kasus Hukum Akibat Meme Stupa Candi Borobudur Mirip Jokowi

38 hari lalu

KALEIDOSKOP 2022: Roy Suryo Tersandung Kasus Hukum Akibat Meme Stupa Candi Borobudur Mirip Jokowi

Dalam sidang, Roy Suryo dituntut penjara satu tahun enam bulan dan denda sebesar Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan.


KALEIDOSKOP 2022: Ferdinand Hutahaean Terjerat Kasus Penistaan Agama karena Cuitannya

39 hari lalu

KALEIDOSKOP 2022: Ferdinand Hutahaean Terjerat Kasus Penistaan Agama karena Cuitannya

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan Ferdinand Hutahaean bersalah dalam perkara ujaran kebencian cuitan Allahmu Lemah


Misa Natal di Gereja Katedral: Uskup Agung Ingatkan Bahaya Ujaran Kebencian

41 hari lalu

Misa Natal di Gereja Katedral: Uskup Agung Ingatkan Bahaya Ujaran Kebencian

Ribuan umat Kristiani mengikuti Misa Pontifikal dalam rangkaian perayaan Natal 2022 dengan pengamanan dari polisi, Banser NU, Satpol PP, dan lainnya


Pesulap Merah Tantang Dukun: Santet Dirinya dan Buktikan Ada Jin di Botol

42 hari lalu

Pesulap Merah Tantang Dukun: Santet Dirinya dan Buktikan Ada Jin di Botol

Pesulap Merah atau Marcel Radhival dilaporkan ke polisi karena dinilai melakukan ujaran kebencian pada dukun.


Pesulap Merah Diperiksa di Polres Jaksel Atas Dugaan Ujaran Kebencian

43 hari lalu

Pesulap Merah Diperiksa di Polres Jaksel Atas Dugaan Ujaran Kebencian

Pesulap Merah dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian.


Lemhanas Sebut Ada 3 Tantangan Jelang Pemilu 2024: Politik Identitas hingga Hoaks

44 hari lalu

Lemhanas Sebut Ada 3 Tantangan Jelang Pemilu 2024: Politik Identitas hingga Hoaks

Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto menyebut ada tiga isu yang menjadi tantangan konsolidasi demokrasi dalam eskalasi politik jelang Pemilu 2024