Jumat, 21 September 2018

Perkumpulan OK OCE Bakal Perketat Izin Pakai Nama Brand, Sebab...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana OK OCE Mart di Kompleks Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) Al Azhar, Rawamangun, pada Jumat, 7 September 2018. Tempo/Adam Prireza

    Suasana OK OCE Mart di Kompleks Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) Al Azhar, Rawamangun, pada Jumat, 7 September 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta -Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) selaku pemegang brand OK OCE, akan mulai memperketat aturan soal pemakaian nama brand yang populer sejak masa kampanye Pilkada DKI 2017 kubu Anies Baswedan - Sandiaga Uno itu.

    Pengetatan itu merupakan efek dari ditutupnya OK OCE Mart cabang Kalibata, Jakarta Selatan yang tidak terafiliasi langsung dengan PGO.

    Baca : Beda Nasib OK OCE Kalibata, OK OCE Mart di Rawamangun Laris Manis

    "Ke depannya akan diperjelas identitas brandnya. Jadi misal OK OCE Mart milik relawan, OK OCE Gerai milik PGO," ujar Ketua Umum PGO Faransyah di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 13 September 2018.

    Faran mengatakan untuk memakai brand OK OCE, masyarakat harus mengisi form komitmen. Di form itu tertuang kewajiban untuk melaporkan perkembangan toko dan imbauan untuk tidak boleh mengecewakan pelanggan. Untuk OK OCE Mart cabang Kalibata, Faran mengatakan pihaknya selama ini kurang intens mengawasi jalannya komitmen itu.

    "Jadi nanti akan ada Mou Tiga pihak, antara PGO, pembuat OK OCE Mart, dan yang membuka cabang," ujar Faran. Cara itu ia harapkan dapat memperketat pengawasan pemakaian brand OK OCE.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat meresmikan Gerai Tani OK OCE di Pusat Pelatihan Pertanian, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Selasa, 7 Agustus 2018. TEMPO/Adam Prireza

    Sebelumnya, OK OCE Mart cabang Kalibata tutup pada awal bulan September ini karena tidak bisa memperpanjang biaya sewa tempat. Untung yang dihasilkan selama masa operasi toko, dijelaskan Faransyah tidak bisa menutup biaya sewanya.

    Simak juga :
    Pendaftaran CPNS 2018, Apa Profesi Dibutuhkan di Kabupaten Bogor

    Biasanya, Faran mengatakan OK OCE Mart didirikan di atas lahan milik relawan Anies-Sandi, sehingga tak perlu bayar sewa. Namun khusus di cabang Kalibata, lahan itu merupakan sewaan dengan harga Rp80 juta per bulan. "Jadi mungkin hitung- hitungannya ga pas dan tidak menguntungkan, jadi mereka tidak perpanjang sewa," ujar Faran.

    Faran mengatakan OK OCE Mart cabang Kalibata akan membuka kembali tokonya, namun di tempat yang berbeda. Hingga saat ini, dia belum bisa menjelaskan di mana toko itu akan dibuka kembali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.